JAWARATANGERANG.ID — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang Deden Umardani, angkat bicara terkait peristiwa ambruknya atap bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri Kedaung Dalem 2 di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, pada Rabu 13 Agustus 2025.
Dimana seperti diketahui, peristiwa itu terjadi pada jam belajar tengah berlangsung hingga melukai belasan siswa.
Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu menegaskan, bahwa hal ini harus menjadi perhatian baik dari pihak Pemerintah.
Bukan hanya persoalan mengobati luka di tubuh yang dialami para murid lanjutnya, tapi juga harus dapat disembuhkan mereka dari rasa ketakutan ataupun trauma akan peristiwa itu.
“Kejadian tersebut akan sangat berpengaruh pada bagaimana anak-anak kita menjalani proses belajar mengajar dengan baik di sana jika dalam kondisi ketakutan yang sangat, dan ini pasti dirasakan tidak hanya oleh 11 orang anak tapi pasti lebih banyak” ungkap Deden kepada awak media, Kamis 14 Agustus 2025.
Dirinya menekankan, peristiwa ini tidak seharusnya selesai setelah dilakukan perbaikan pada atap sekolah yang ambruk tersebut. Namun pihak Pemerintah Kabupaten Tangerang harus melakukan investigasi untuk memastikan, apa sebenarnya penyebab dari ambruknya atap sekolah, yang seharusnya menjadi tempat teraman bagi para siswa untuk belajar itu.
Mulai dari melakukan pengecekan kapan sebenarnya ruang kelas tersebut dibangun, sampai memeriksa jikalau ada yang tidak benar dalam pengerjaan atap bangunan tersebut seperti dari segi material yang digunakan, hingga kesesuaian pelaksanaan pengerjaan dengan RAB.
“Sebagai contoh jarak antar batang baja ringannya harus sesuai sehingga kuat menopang genting diatasnya. Dan jika ada masalah pada pekerjaan atap, ketika itu siapapun pihak ke 3 atau pelaksana pekerjaan tersebut harus bertanggung jawab dan ini harus dilakukan” tegasnya.
Bahkan kalaupun ternyata tidak ada masalah dan sudah sesuai kata Anggota DPRD dari fraksi PDI-P itu, maka harus dilakukan evaluasi terhadap semua atap ruang kelas dengan metode pengerjaan yang sama.
Karena mungkin saja ternyata metode ini tidak sesuai, yang pada akhirnya membahayakan keselamatan para siswa serta para guru di kawasan pendidikan di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Atap ruang kelas dengan pengerjaan metode yang sama mungkin membahayakan, maka harus diubah metodenya jangan sampai kejadian serupa terulang lagi” terang Deden.
Dirinya juga meminta agar Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam hal ini Dinas Pendidikan, untuk membuka data kondisi ruang kelas di semua sekolah baik itu SD maupun SMP.
Hal ini kata dia, tentunya untuk menjadi rujukan prioritas pembangunan dan perbaikan ruang-ruang kelas di sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang.

