TANGERANG — Industri kosmetik nasional kembali menunjukkan geliat positif. Pabrik kosmetik milik PT Preoritas Wellness Indonesia resmi beroperasi setelah diresmikan oleh pemiliknya, Ir. Solihin Sofyan, di Kawasan Industri Milenium, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu (22/4/2026).
Peresmian ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam menjawab tingginya permintaan produk kosmetik di Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing produk dalam negeri di tengah dominasi produk impor.

Dalam sambutannya, Solihin Sofyan menjelaskan bahwa pabrik tersebut merupakan bagian dari ekspansi usaha PT Preoritas Jaya Indonesia yang selama ini dikenal melalui berbagai produk perawatan, seperti sabun pepaya dan Kojisan Indonesia.
“Perluasan ini kami lakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia, khususnya produk wewangian yang menunjang penampilan segar dan profesional. Kami juga ingin meningkatkan omzet sekaligus bersaing dengan produk impor,” ujar Solihin.
Ia menegaskan, perusahaan telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Perindustrian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), perguruan tinggi, serta asosiasi kosmetik nasional. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh produk memenuhi standar CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik), sertifikasi halal, dan ketentuan regulasi lainnya.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian RI, Ir. Reni Yanita, M.Si., menyampaikan apresiasi atas berdirinya pabrik tersebut. Menurutnya, kehadiran industri kosmetik dalam negeri menjadi penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keamanan konsumen.
“Produk kosmetik bersentuhan langsung dengan tubuh, sehingga aspek keamanan harus menjadi prioritas utama. Kami memastikan seluruh perizinan dan standar industri telah dipenuhi,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pengawasan Peredaran Produk BPOM RI, Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, S.Si., Apt., MPPM., juga menyampaikan ucapan selamat atas pembukaan pabrik kedua Preoritas Wellness Indonesia. Ia menekankan pentingnya izin edar dalam setiap produk yang dipasarkan.
“BPOM akan terus memperketat pengawasan terhadap peredaran produk ilegal, baik impor maupun domestik yang tidak memiliki izin edar,” tegasnya.

Rektor Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), Prof. Francisca Sestri, turut hadir dan ikut melakukan prosesi gunting pita. Ia mengaku bangga dapat menyaksikan perkembangan industri yang pernah menjadi bagian dari perjalanannya.
“Saya mengenal Pak Solihin sejak 2008 di PPAKI. Kini sebagai akademisi, kami terus mendorong kolaborasi Tridharma Perguruan Tinggi dengan industri. Di tengah kondisi ekonomi global dan geopolitik yang belum stabil, ekspansi ini menunjukkan optimisme industri dalam negeri,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor III UNIPI, Dr. Istajib Himmy, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UNIPI dan PT Preoritas Jaya Indonesia.
“Kunjungan ini menjadi bagian dari tindak lanjut kerja sama yang telah terjalin. Implementasi program magang sebagai bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) juga telah berjalan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Acara peresmian ditutup dengan peninjauan fasilitas produksi. Sejumlah tokoh dan pelaku industri turut hadir, di antaranya Ketua Umum Perkosmi, Santjoyo, perwakilan PPAKI, serta jajaran direksi perusahaan kosmetik nasional.
Rektor UNIPI hadir didampingi oleh Dr. Winanti, S.Kom., M.M., M.Kom., serta Dr. Istajib Himmy.
Dengan beroperasinya pabrik ini, Preoritas Wellness Indonesia diharapkan tidak hanya memperkuat industri kosmetik nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia.
(Sand)

