TANGERANG — Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, melakukan pengerukan sedimentasi sungai Cileles di Desa Gunung Sari, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.
Kegiatan pengerukan dilaksanakan UPTD SDA V DBMSDA Kabupaten Tangerang, dimulai sejak Jum’at (22/8) lalu sampai Senin 1 Agustus 2025 kemarin.
Kepala UPTD SDA wilayah V, Agung Rumedi mengungkapkan, pengerukan sedimentasi tersebut merupakan tindak lanjut permintaan dari para petani dan warga di Desa Gunung Sari, yang kerap terkena banjir luapan sungai Cileles.
Pengerukan pun perlu dilakukan lanjutnya, karena sedimentasi yang cukup parah di sungai tersebut. Lumpur mengendap dan bahkan sampai membentuk pulau-pulau kecil yang ditumbuhi pepohonan.
“Kegiatan pengerukan Sedimentasi Sungai Cileses dilakukan, mengingat kondisi Sungai yang sudah penuh pepohonan karena sedimentasi, sehingga menghambat arus aliran air saluran pembuang Citanjakan yang muaranya menuju sungai Cileles tersebut” ungkap Agung.
Dirinya menuturkan, bahwa rencana pengerukan pada awalnya sepanjang 600 meter. Namun akhirnya direalisasikan lebih dari rencana awal, yakni sepanjang 700 meter sampai jembatan Cinamprak, yang merupakan perbatasan wilayah kecamatan Mauk dengan kecamatan Kemeri.
Agung berharap, dengan dilakukannya pengerukan ini dapat melancarkan aliran air saluran pembuangan menuju muara.

