JAWARATANGERANG.ID — Pemerintah Inggris mengerahkan jet tempur dan sejumlah aset militer lainnya ke kawasan Timur Tengah, di tengah memanasnya perang Israel-Iran pada Sabtu 14 Juni 2025.
Hal tersebut diungkapkan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, saat dalam perjalanan menuju Kanada untuk menghadiri pertemuan negara G7.
Langkah ini pun disebut sebagai bentuk dukungan darurat, ditengah meningkatnya eskalasi perang diantara kedua negara.
“Kami telah mengerahkan sejumlah aset perang ke kawasan itu, termasuk jet tempur. Langkah ini diambil sebagai dukungan darurat” ujar Starmer kepada wartawan, dikutip dari AFP.
Seperti diketahui, konflik Israel-Iran kian memanas terlebih setelah aksi serangan terhadap sejumlah fasilitas militer dan nuklir Iran oleh negara zionis tersebut, pada Jum’at 13 Juni 2025 lalu.
Serangan tersebut terutama menargetkan tiga fasilitas nuklir Iran diantaranya Natanz, Isfahan dan Fordow, serta sejumlah ilmuan terkemuka yang terlibat dalam penelitian dan pengembangan nuklir.
Terhitung hingga Minggu (15/6), 80 orang dinyatakan tewas akibat serangan Israel kepada Iran, termasuk 800 orang tercatat mengalami cedera.
Berkaitan semakin memanasnya konflik Israel-Iran ini, Starmer pun mengaku telah berbicara langsung dengan presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benyamin Netanyahu, tepatnya setelah serangan Israel pada 13 Juni 2025 dini hari.
“Pesan kami sejak awal adalah de-eskalasi. Oleh karena itu, seluruh tindakan dan pembicaraan kami selalu berfokus pada upaya meredakan ketegangan” katanya.
Sementara sebagai bentuk balasan, tak sampai 24 jam paska serangan Israel ke wilayahnya, Iran langsung menghujani wilayah Israel dengan puluhan rudal balistik.
Langit malam Tel Aviv pun menjadi terang bak merayakan tahun baru, akibat serangan tersebut.
Asap pun mengepul di berbagai wilayah Israel, sementara ribuan warga berhamburan melarikan diri menuju bungker bawah tanah. Ratusan warga pun dilaporkan terluka akibat serangan tersebut.

