JAWARATANGERANG.ID — Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu dilaporkan kabur ke negara Yunani saat wilayah Israel digempur balik Iran.
Dilansir The Jarusalem Post, Perdana Menteri negara zionis tersebut meninggalkan wilayahnya menggunakan pesawat kenegaraan Wing of Zion pada Jum’at, 13 Juni 2025 pagi.
Meskipun belum ada keterangan resmi dievakuasinya Benyamin Netanyahu ke Yunani, namun berbagai sumber diplomatik memastikan keberadaanya di negeri para dewa tersebut.
Keberadaan Netanyahu di Yunani itu pun memunculkan spekulasi, apakah PM Israel tersebut akan ditangkap pihak Yunani.
Dimana seperti diketahui bahwa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhdap Netanyahu. Sementara Yunani sendiri merupakan anggota dari ICC.
ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan atas Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant, yang disebut berperan dalam krisis kemanusiaan di Gaza sejak 7 Oktober 2023.
Namun spekulasi penangkapan Netanyahu dinilai kecil kemungkinan terjadi. Hal ini berkaitan dengan hubungan harmonis diantara kedua negara.
Israel dan Yunani telah memiliki hubungan diplomatik sangat baik dalam satu dekade terakhir. Dimana negeri para dewa tersebut konsisten menjadi mitra strategis Israel di kawasan mediterania, termasuk aliansi segitiga dengan siprus.
“Keputusan seperti itu (dari ICC) tidak membantu dan tidak menyelesaikan masalah apapun” ungkap juru bicara pemerintah Yunani Pavlos Marinakis, dalam konferensi pers tak lama setelah keluarnya keputusan ICC tahun lalu.
Bahkan saat itu Marinakis menekankan bahwa tindakan Israel tidak seharusnya disamakan dengan negara-negara yang memulai permusuhan, karena menjadi korban serangan teroris.
Sementara ditengah isu tersebut, sejumlah postingan memperlihatkan PM Israel Benyamin Netanyahu tengah mengunjungi area perumahan dekat Tel Aviv, yang hancur akibat serangan Rudal Iran, Minggu 15 Juni 2025.
Netanyahu pun menekankan bahwa pihak Iran akan membayar harga yang berat atas kematian warga sipil.
Angkatan bersenjata Iran pun terus melakukan gempuran dengan rudal-rudal mereka, ke wilayah Tel Aviv pada Senin 16 Juni 2025.

