TANGERANG — Di tengah berbagai macam bencana yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang, Sekretaris Daerah (Sekda) yang notabene pejabat sentral di Lingkup Pemkab Tangerang, Soma Atmaja, justru dilaporkan pergi menjalankan ibadah umroh ke tanah suci.
Informasi ini pun mendapatkan kritik pedas dari sejumlah elemen, seperti diungkapkan Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banten, Endang Kurnia. Dirinya menggambarkan bahwa hal ini menggambarkan matinya rasa empati dan tanggungjawab sebagai pelayan publik.
Menurutnya, langkah Sekda Kabupaten Tangerang untuk berangkat menunaikan ibadah umroh di tengah penderitaan yang dirasakan masyarakat saat ini adalah bentuk kesalehan semu.

“Ini adalah fenomena pejabat yang beragama tapi tidak bertuhan. Secara ritual mungkin dia menjalankan perintah agama, tapi secara substansi ketuhanan—yaitu mengasihi sesama dan bertanggung jawab atas amanah—dia gagal total,” tegas Endang, Sabtu 24 Januari 2026.
Seorang Sekda lanjutnya, seharusnya menjadi komandan di lapangan untuk memastikan bantuan logistik, evakuasi, dan penanganan pascabanjir berjalan cepat.
“Rakyat butuh kehadiran nyata, bukan sekadar kiriman doa dari jauh sementara rumah mereka terendam lumpur,” tambahnya.
Kritik ini mencuat bukan tanpa alasan. Berdasarkan data di lapangan, sejumlah titik di Kabupaten Tangerang mengalami banjir cukup parah akibat intensitas hujan tinggi dan luapan sungai.
Kehadiran pejabat tinggi daerah sangat krusial dalam pengambilan keputusan strategis terkait anggaran darurat dan koordinasi lintas dinas.
Kepergian Sekda dianggap pun meninggalkan “lubang” kepemimpinan yang membuat penanganan bencana terkesan lamban dan kehilangan arah.
GMNI mendesak Bupati Tangerang untuk segera mengevaluasi kinerja dan etika para pejabat di lingkup Pemkab Tangerang. Mereka menuntut agar kepentingan rakyat diprioritaskan di atas kepentingan pribadi, sekalipun itu untuk alasan ibadah.

