TANGERANG — Banjir kembali melanda sejumlah rumah warga di Perumahan Metro Munjul, Desa Munjul, Kecamatan Tigaraksa, Senin 1 Desember 2025.
Sedikitnya 20 rumah warga dari empat blok, yakni blok G, H, I dan J terdampak bencana banjir tersebut bahkan sampai memasuki rumah.
Dalam sebuah kiriman video terlihat, aliran air banjir sangat deras dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.
Ketua Paguyuban 2 Perumahan Metro Munjul, Darma Sofian, menuturkan bahwa persoalan banjir yang dinilai mengancam kenyamanan bahkan keselamatan para penghuni perumahan tersebut, membuat mereka mendesak agar pihak pengembang segera bertindak dengan solusi yang kongkrit.
“Warga sangat mengeluhkan kondisi ini. Banjir diduga disebabkan oleh saluran drainase yang terlalu sempit sehingga tidak mampu menampung debit air hujan,” ujar Darma kepada awak media, Senin 1 Desember 2025.
Ia menambahkan, pihaknya telah berulang kali mempertanyakan tanggung jawab pengembang terkait penanganan banjir tersebut.
Warga berharap lingkungan tempat tinggal mereka terasa aman dan nyaman, dengan adanya tindak lanjut nyata pihak pengembang agar kejadian serupa tidak terus terulang.
“Perumahan ini baru sekitar dua tahun dihuni, namun sudah sering kebanjiran. Warga di sini semuanya mengeluh,” katanya.
Hal senada disampaikan Saeful Bahri, salah satu warga yang terdampak banjir. Ia mengaku air sempat masuk ke dalam rumahnya dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter.
“Setiap hujan kami selalu waswas. Kondisi ini harus segera ditindaklanjuti oleh pihak pengembang karena sangat merugikan warga,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengembang Perumahan Metro Munjul belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.

