Rabu, 5 Agu 2026
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp
JawaraTangerang.id
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Jendela Dunia
  • Politik
  • Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Gaya Hidup
  • Tangerang
  • Banten
  • Kabupaten Tangerang
  • Intan Nurul Hikmah
  • Pemkab Tangerang
  • Bupati Tangerang
  • DPRD
  • Polresta Tangerang
  • Wakil Bupati Tangerang
  • mahasiswa
JawaraTangerang.idJawaraTangerang.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Bisnis
  • Kabar Olahraga
  • Jendela Dunia
  • Gaya Hidup
Search
  • Pages
    • Home
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Personalized
    • Read History
  • Categories
    • Bisnis
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Peristiwa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
- Advertisement -
Ad imageAd image
JawaraTangerang.id > Blog > Regional > Diskusi Reboan Media Center DPRD Dorong Pencegahan Kekerasan Seksual dari Hulu ke Hilir
Regional

Diskusi Reboan Media Center DPRD Dorong Pencegahan Kekerasan Seksual dari Hulu ke Hilir

Aditya Gismaya
Last updated: Juli 15, 2026 5:15 pm
By Aditya Gismaya
3 Min Read
Foto : Diskusi Reboan Media Center DPRD Dorong Pencegahan Kekerasan Seksual dari Hulu ke Hilir | dok/adt
SHARE

TANGERANG – Penanganan kasus kekerasan seksual tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum terhadap pelaku. Upaya pencegahan sejak dini melalui edukasi dan sosialisasi yang masif dinilai menjadi langkah penting untuk memutus mata rantai kejahatan seksual.

Hal itu disampaikan Koordinator Media Center DPRD Kabupaten Tangerang, Sihara Pardede, dalam diskusi mengenai penanganan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, Rabu 15 Juli 2026.

Sihara mengatakan, langkah yang selama ini didorong DPRD, seperti penguatan pendampingan korban dan pemberian efek jera kepada pelaku, merupakan bagian penting dari penanganan. Namun, persoalan mendasar tetap harus diselesaikan dari sisi pencegahan.

“Yang dipaparkan Pak Deden lebih banyak kepada penanganan di hilir, bagaimana menghukum pelaku dan memberikan efek jera. Itu sangat baik. Tetapi menurut saya, itu belum menyelesaikan persoalan di hulunya,” ujarnya.

Ia mengibaratkan dorongan melakukan kekerasan seksual seperti rasa gatal yang sulit dikendalikan apabila tidak diantisipasi sejak awal.

“Ketika rasa itu muncul, orang akan mencari cara untuk memuaskannya. Karena itu, yang paling efektif adalah membangun kesadaran melalui sosialisasi secara masif. Ini persoalan mental yang harus dibentuk sejak dini,” katanya.

Sihara mengusulkan pemerintah membentuk lembaga khusus, baik di bawah pemerintah maupun lembaga independen, yang fokus memberikan edukasi mengenai bahaya kekerasan seksual kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Menurutnya, sosialisasi harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari lingkungan sekolah hingga masyarakat umum, dengan materi yang disesuaikan berdasarkan kelompok usia.

You Might Also Like

Inovasi Pelapis Sampah TPA dari Sari Pati Singkong Greenhope Disambut Baik Wamen KLH Diaz Hendropriyono
Sri Panggung Dorong Perlindungan Hak Mantan Istri dan Anak Pasca Perceraian
Kabur Saat Israel Dihujani Rudal Iran, Netanyahu Ditangkap Yunani ??
Dinkes Kabupaten Tangerang Luncurkan Program MMR, Aktivasi BPJS Kesehatan Semakin Mudah dan Cepat

“Kalau perlu dibuat kurikulum khusus. Untuk siswa SD seperti apa materinya, SMP bagaimana, SMA bagaimana, sampai masyarakat umum juga harus mendapatkan edukasi. Ini memang bukan pekerjaan yang hasilnya instan, tetapi kalau dilakukan terus-menerus, kesadaran masyarakat akan terbentuk,” jelasnya.

Ia menilai, kejahatan seksual justru banyak terjadi di lingkungan yang selama ini dianggap paling aman, sehingga kewaspadaan masyarakat harus terus ditingkatkan.

“Menurut teori, kejahatan seksual paling mudah terjadi di lingkungan terdekat. Justru orang-orang yang dianggap aman kadang menjadi pelaku. Karena itu, edukasi harus melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga profesional, ulama, orang tua, hingga lingkungan pendidikan,” ungkapnya.

Selain pencegahan, Sihara juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap sistem pembinaan pelaku di lembaga pemasyarakatan. Ia mengkhawatirkan pelaku justru memperoleh pengaruh negatif ketika menjalani masa hukuman bersama narapidana lain.

“Kita sering mendengar, ada yang awalnya hanya pelaku ringan, setelah keluar justru menjadi lebih berpengalaman melakukan kejahatan. Karena itu mungkin perlu dikaji apakah pelaku kekerasan seksual terhadap anak perlu ditempatkan di lembaga pemasyarakatan khusus,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengakui tantangan terbesar pemerintah dalam menangani persoalan ini adalah keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, dan koordinasi lintas sektor. Namun menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan upaya pencegahan.

“Kalau persoalan ini tidak diseriusi, saya khawatir dampaknya bukan lagi seperti bom waktu, tetapi bisa menjadi ancaman besar bagi masa depan generasi muda. Jangan sampai kekerasan seksual dianggap sebagai hal yang biasa. Ini persoalan serius yang bisa menggerogoti fondasi pembangunan bangsa,” ucapnya.

TAGGED:BantenDeden UmardaniDiskusi ReboanDP3ADPRDKabupaten TangerangKekerasan SeksualPemkab TangerangTangerang
Previous Article 19 Stadion Mini Warisan Kepemimpinan Bupati Zaki Rampung Disertifikasi, Tersisa 10 Masih Diproses
Next Article Bupati Tangerang Tinjau 38 Unit Bedah Rumah di Tigaraksa
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer
Kholid Ismail Apresiasi Dedikasi Media Center DPRD Kabupaten Tangerang
Regional
Satreskrim Polresta Tangerang Tangkap Pelaku Pengerusakan Bus, 1 Pengamen Buron
Peristiwa
KLH RI Segel TPA Jatiwaringin Tangerang: Dinilai Parah Cemari Lingkungan
Peristiwa
Menteri LH Bakal Pidanakan Penanggung Jawab TPA Jatiwaringin
Nasional Pemerintahan
KLH RI Segel Gudang Limbah Milik PT Noor Annisa Kemikal
Peristiwa
Kebijakan UNIPI Tangerang Buat Susah, Mahasiswa Sampai Terjerat Pinjol
Regional
PT Power Steel Mandiri dan PT Power Steel Indonesia Disegel KLH
Peristiwa
KLH RI: Pemilik PT Noor Annisa Kemikal Segera Ditahan
Nasional

You May also Like

Regional

Respon Cepat Wakil Bupati Tangerang Tinjau Langsung Kondisi RTLH di Balaraja

April 20, 2026
Regional

Wakil Bupati Tangerang Sumringah di Event Roadshow Kuliner Viral Indonesia : Kuliner UMKM Lokal Tidak Kalah Dengan Internasional

Februari 14, 2026
Regional

UNIPI Perkuat Jejaring Internasional melalui ThinkTNE Forum 2026 di Jakarta

Februari 5, 2026
Regional

UNIPI Sambut Kedatangan Perwakilan UiTM Malaysia, Lanjutkan Implementasi Kerja Sama Internasional

Oktober 13, 2025
Show More
  • More News:
  • Tangerang
  • Banten
  • Kabupaten Tangerang
  • Intan Nurul Hikmah
  • Pemkab Tangerang
  • Bupati Tangerang
  • DPRD
  • Polresta Tangerang
  • Wakil Bupati Tangerang
  • mahasiswa
  • Tigaraksa
  • Banjir
  • DPRD Kabupaten Tangerang
  • Wakil Bupati
  • Charlie Chandra
  • Maesyal Rasyid
  • Gita Swarantika
  • Pemalsuan Surat Tanah
  • Golkar
  • PN Tangerang
JawaraTangerang.id

Portal Berita online dengan fokus penyajian peristiwa di wilayah Tangerang Raya dengan prinsip sajian berita faktual, menarik, edukatif dan terpercaya.

INFORMASI

  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KEJ
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

TOP KATEGORI

  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Jendela Dunia
  • Politik
  • Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Gaya Hidup

© 2025 JAWARATANGERANG.ID All Right Reserved.

Welcome to Foxiz
Username or Email Address
Password

Lost your password?