TANGERANG — Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid meninjau pelaksanaan program bedah rumah di Desa Cileles dan Desa Pematang, Kecamatan Tigaraksa, Rabu (15/7/2026).
Pada tahun 2026, Kecamatan Tigaraksa mendapat alokasi sebanyak 38 unit bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dari Pemerintah Kabupaten Tangerang yang tersebar di sejumlah desa.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pelaksanaan program berjalan sesuai sasaran serta memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ia mengatakan, pemerintah daerah ingin memastikan setiap penerima bantuan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, sehingga rumah yang direhabilitasi benar-benar menjadi tempat tinggal yang layak, sehat, dan nyaman bagi penghuninya.
“Hari ini kita bersama melihat dan mengecek langsung, baik kondisi warga calon penerima program maupun hasil RTLH yang telah dilaksanakan. Kita ingin memastikan rumahnya benar-benar layak dan memiliki akses air bersih,” ujar Maesyal.
Sementara itu, Camat Tigaraksa Cucu Abdurossyied mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang yang terus menghadirkan program bedah rumah bagi masyarakat di wilayahnya.
Ia menjelaskan, alokasi 38 unit bantuan RTLH pada tahun 2026 diharapkan mampu membantu warga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang atas komitmennya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui Program Bedah Rumah. Program ini merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam mengurangi rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Cucu.
Ia berharap seluruh tahapan pelaksanaan program dapat berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang maksimal. Menurutnya, keberhasilan program tersebut juga memerlukan dukungan serta semangat gotong royong dari seluruh elemen masyarakat.
“Semoga program ini menjadi amal kebaikan bagi semua pihak yang terlibat dan semakin mewujudkan kabupaten Tangerang yang sejahtera, berdaya saing dan semakin gemilang,” harapnya
Salah seorang penerima bantuan, Jakari, mengaku bersyukur karena rumah yang sebelumnya tidak layak kini telah direhabilitasi menjadi lebih nyaman untuk ditempati.

