TANGERANG — Pihak Developer Perumahan Metro Munjul angkat bicara kaitan keluhan konsumen yang merasa tertipu, dengan perubahan kesepakatan bersama uang muka (DP), setelah adanya penurunan plafon kredit dari pihak Bank Tabungan Negara (BTN).
Deden, selaku admin yang mengurus kaitan KPR dari pihak Developer dalam hal ini PT. Mitra Bangun Assetama menuturkan, persoalan ini kemungkinan besar karena adanya miss komunikasi antara konsumen dengan marketing atau sales.
Karena lanjutnya, persoalan penurunan plafon kredit sendiri bukan dalam kewenangan pihak Developer melainkan Bank BTN.
“Mungkin mas D kesel aja nih mas sama marketingnya atau sama sales nya” ungkap Deden, saat dikonfirmasi awak media, Rabu 7 Januari 2026.
Dirinya menjelaskan, bahwa persoalan ini sebenarnya dapat diselesaikan dengan mudah, dengan menyelesaikan persoalan yang membuat plafon kredit turun, yakni BI-Checking dengan pelunasan utang.
Ia pun mengaku sempat mengajak calon konsumen D, untuk bersama-sama mendatangi Bank BTN agar mendapatkan penjelasan rinci dari pihak analis.
“Saya tawari ayo kita dateng ke bank, takutnya dia gak percaya. Yuk kita bareng-bareng ke BTN biar nanti pihak analis yang pasti juga sama penjelasannya” kata Deden.
Sementara dikonfrontasi soal iming-iming DP yang tidak hangus dari pihak marketing, serta tidak diinformasikan nya dahulu hasil dari BI-Checking sebelum booking fee, Deden menuturkan hal tersebut telah ada dalam ketentuan yang disepakati.
Setiap Developer lanjutnya, memiliki kebijakan masing-masing yang berbeda. Dimana ketentuan dari pihaknya, jika ada penolakan KPR maka uang tanda jadi hangus.
“Mungkin beberapa developer malah ada yang kena 10% dari harga, jadi gak semua developer sama gitu loh” katanya.
Deden pun hanya tertawa, ketika mendengar bahwa pihak marketing yang saat itu berkomunikasi dengan calon konsumen D, sampai berani menawarkan meminjamkan uangnya untuk biaya booking fee.
Dirinya mengaku tidak memiliki persoalan dengan konsumen D, bahkan masih lancar berkomunikasi.
Dimana ia telah menyarankan agar konsumen D melunasi utang yang ada, agar mendapatkan full plafon.

