TANGERANG — Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono, melakukan kunjungan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, untuk melihat langsung pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada Jum’at 6 Februari 2026.
Program CKG sendiri, merupakan inisiatif Pemerintah Indonesia yang diluncurkan pada tahun 2025, sebagai bagian dari QuickWin Presiden Prabowo Subianto, bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui deteksi dini penyakit secara gratis.
Hadir untuk menyambut kunjungan Wamenkes tersebut Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Hendra Tarmizi beserta jajaran, termasuk sejumlah Kepala Puskesmas se-kabupaten Tangerang.
Wamenkes Dante menuturkan, kunjungannya ke Puskesmas Cikupa karena merasa penasaran dan ingin mengecek langsung, capaian luar biasa program CKG di Kabupaten Tangerang yang melebihi dari target yang ditentukan.

“Saya pengen tau, kenapa kok bisa ini mencapai melebihi target 100%, yang 6 % ini berarti dari luar penduduk Tangerang yang percaya melakukan cek kesehatan gratis di Tangerang. Jadi saya apresiasi sekali kegiatan CKG di Kabupaten Tangerang”, ungkap Dante, Jum’at 6 Februari 2026.
Dalam kesempatan itu dirinya menegaskan, prestasi ini tidak mungkin tercapai jika hanya berdasarkan tugas dari Kementerian Kesehatan saja.
Menurutnya peran penting dimiliki oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, yang telah berhasil mengorkestrasi sedemikian rupa hingga masyarakat berduyun-duyun melakukan cek kesehatan mereka.
“Tadi saya sudah lihat mereka menjalankan yang lebih penting dari cek kesehatan, yaitu tindak lanjut dari cek kesehatan gratis. Mereka yang hipertensi dikasih obat hipertensi, yang diabetes dikasih obat diabetes dan lain sebagainya” tuturnya.
Tindak lanjut ini kata Dante, merupakan langkah kongkrit yang positif dan sangat penting dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat.
Pihak Kementerian Kesehatan pun memberikan pengobatan dalam program-program tersebut selama 10 sampai 15 hari. Dimana hal itu dilakukan, untuk mengantisipasi dan memberikan waktu bagi masyarakat yang belum memiliki BPJS untuk membuatnya. “Langkah ini diberikan, agar pengobatan tidak terputus” katanya.
Wamenkes pun memberikan apresiasinya atas berbagai inovasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dimana pemeriksaan kesehatan sudah dapat mendeteksi status perokok menggunakan spirometer.
Hal ini tentu harus kita sambut baik katanya, karena ketika ternyata ada yang tidak jujur, dapat diketahui melalui pemeriksaa kesehatan dengan spirometer tersebut.
Meskipun, dari total 44 Puskesmas yang ada di Kabupaten Tangerang saat ini, belum semua memiliki alat untuk memastikan status perokok itu.
“Kegiatan-kegiatan preventif ini menjadi modal kita untuk melakukan efisiensi pengobatan dan pembiayaan kesehatan” tegas Dante.
Merasa puas dengan capaian program serta inovasi yang ia lihat langsung, Wamenkes pun menuturkan akan segera mengusahakan agar seluruh total puskesmas yang ada di Kabupaten Tangeran memiliki alat rekam jantung atau EKG (Elektrokardiogram).
“Ini adalah upaya kita konsolidasi kita dengan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat untuk menyehatkan masyarakat” katanya.
Sambutan hangat pun disampaikan Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid, atas kedatangan Wamenkes ke daerah yang dipimpinnya tersebut.
Apalagi, pihak Kementerian Kesehatan telah memberikan bantuan berupa alat Ultrasonografi (USG) di setiap Puskesmas di Kabupaten Tangerang.

“Beliau juga nanti akan bantu lagi alat rekam jantung Elektrokardiogram (EKG), di total 44 Puskesmas” ungkap Bupati Maesyal.
Merespon positif, Bupati Tangerang itu menuturkan akan mengusahakan untuk nantinya memperbesar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas).
Hal ini tentunya lanjut dia, agar ketika fasilitas kesehatan masyarakat bertambah maka kesehatan masyarakat lebih terjamin.
“Kita konsisten alokasikan anggaran 25% untuk kesehatan, karena jika masyarakat sudah sehat tentunya aktivitas mulai dari pendidikan, ekonomi dan lainnya dapat berjalan. Sehingga SDM unggul kita dapet, kecerdasan dapet, kualitas sumber daya dapet, pertumbuhan ekonomi kita dapet” tegasnya.

Sementara itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, kedatangan Wamenkes ke Kabupaten Tangerang karena mengetahui capaian CKG yang mencapai di atas 100 persen.
Dari kurang lebih 3,40 juta jiwa penduduk Kabupaten tangerang, total 1,3 juta jiwa telah melakukan Cek Kesehatan Gratis.
“CKG kita di atas 100%, lebih tepatnya 100,6 persen. Jumlah orangnya itu hampir 1,3 juta jiwa, menjadi termasuk yang tertinggi di Indonesia” ungkapnya.
Pihaknya lanjut dia, tidak menargetkan kriteria usia tertentu dalam program CKG ini. Dimana hingga saat ini, masyarakat yang melakukan CKG didominasi oleh usia dewasa.
“Cakupan kelompok paling banyak itu usia dewasa sama anak-anak. Anak sekolah kita banyak, mulai dari usia 7 tahun, kemudian kelompok pekerja mulai dari umur 25 sampai 50 tahun” ungkap Hendra.
Kadinkes Kabupaten Tangerang itu juga menuturkan, untuk tahun 2026 ini pihaknya menargetkan untuk mencapai angka 1,6 juta jiwa, yang berarti bertambah 300ribu jiwa dari target sebelumnya.
Dalam kesempatan tersebut pihaknya juga mengucapkan terimakasih dan menyambut dengan baik rencana yang diungkapkan Wamenkes, untuk pemberian alat deteksi jantung (EKG), kepada total 44 Puskesmas yang ada di Kabupaten Tangerang.

