Jakarta – Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) menegaskan komitmennya sebagai aktor strategis dalam kancah global melalui penyelenggaraan International Conference on Global Social and Business (ICGSB) 2026. Forum internasional ini menjadi langkah konkret UNIPI dalam memperkuat kolaborasi lintas negara guna mendorong transformasi sosial dan bisnis yang berkelanjutan di era digital.(18/04/2026).
Konferensi yang dirangkaikan dengan Doctoral Research Presentation ini berlangsung pada 16–18 April 2026 secara hybrid, menghadirkan akademisi, peneliti, serta praktisi dari berbagai negara. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan gagasan, inovasi, dan jejaring global di tengah kompleksitas tantangan dunia saat ini.

Acara dibuka secara resmi oleh Nugroho Ridhwan, S.T., M.M., yang mewakili DBA Batch IV Philippine Women’s University (PWU). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tantangan global tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara.
“Transformasi sosial dan bisnis menuntut sinergi global yang kuat, terutama dalam menghadapi disrupsi teknologi dan dinamika ekonomi dunia,” ujarnya.
Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Rektor Universitas Negeri Jakarta Prof. Dr. Kommarudin, M.Si, Wakil Rektor UNJ Dr. Andy Hadiyanto, M.A, Chancellor PWU Prof. Dr. Felina C. Young, DBA, serta Rektor UNIPI Prof. Dr. Francisca Sestri Goestjahjanti, M.M.

Selain itu, konferensi juga menghadirkan akademisi dan praktisi terkemuka, seperti Prof. Emer. Dr. Barjoyai Bardai dari Malaysia University of Science and Technology (MUST), Prof. Dr. Robertus Robet, M.A, Dr. Syamsulbahri, DBA, Ph.D, Firdaus Wajdi, Ph.D, Dr. E. Nugrahaeni P, M.Si, hingga Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si (Han.), serta perwakilan diplomatik Filipina, Rady Dela Cruz.
Mengusung tema “Global Social & Business Transformation: Innovation, Sustainability, and Strategic Leadership in the Digital Era,” ICGSB 2026 menitikberatkan pada pentingnya inovasi, keberlanjutan, serta kepemimpinan strategis dalam menjawab perubahan global.
Salah satu panitia sekaligus Dosen Fakultas Bisnis UNIPI, Dewiana Novitasari, menyebutkan bahwa konferensi ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga mendorong kolaborasi nyata antarnegara.
“ICGSB 2026 menjadi ruang bertemunya pemikiran global sekaligus penggerak kerja sama konkret yang berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik bisnis berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UNIPI Prof. Dr. Francisca Sestri Goestjahjanti menegaskan pentingnya penerapan prinsip 3B dalam pendidikan tinggi: Belajar, Berkolaborasi, dan Beradaptasi.
“Kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatanganan MoU. Implementasi nyata dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” tegasnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai agenda strategis digelar, mulai dari seminar internasional, presentasi riset doktoral, hingga diskusi panel yang mengangkat isu krusial seperti inovasi berkelanjutan, transformasi digital, kepemimpinan global, serta dinamika ekonomi internasional.
Keberhasilan penyelenggaraan ICGSB 2026 menunjukkan kuatnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan mitra global dalam mendorong lahirnya solusi inovatif. Lebih dari itu, melalui forum ini, UNIPI menegaskan bahwa kolaborasi global bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan dalam menciptakan transformasi sosial dan bisnis yang adaptif serta berkelanjutan di tengah perubahan dunia yang kian dinamis.

