Rabu, 15 Apr 2026
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp
JawaraTangerang.id
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Jendela Dunia
  • Politik
  • Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Gaya Hidup
  • Tangerang
  • Banten
  • Kabupaten Tangerang
  • Bupati Tangerang
  • Pemkab Tangerang
  • Intan Nurul Hikmah
  • mahasiswa
  • Polresta Tangerang
  • Tigaraksa
  • DPRD
JawaraTangerang.idJawaraTangerang.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Bisnis
  • Kabar Olahraga
  • Jendela Dunia
  • Gaya Hidup
Search
  • Pages
    • Home
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Personalized
    • Read History
  • Categories
    • Bisnis
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Peristiwa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
- Advertisement -
Ad imageAd image
JawaraTangerang.id > Blog > Nasional > Tuduhan Penistaan Agama Terhadap Jusuf Kalla Dinilai Tidak Mendasar dan Mengada-ada
Nasional

Tuduhan Penistaan Agama Terhadap Jusuf Kalla Dinilai Tidak Mendasar dan Mengada-ada

Aditya Gismaya
Last updated: April 14, 2026 12:21 pm
By Aditya Gismaya
4 Min Read
Foto : Akademisi Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Memed Chumaidi | dok/istimewa
SHARE

TANGERANG — Akademisi Universitas Muhammadiyah Tangerang sekaligus pengurus PMI Kabupaten Tangerang, Memed Chumaidi, menilai bahwa tuduhan penistaan agama terhadap Mantan Presiden Republik Indonesia Ke-10 dan 12, Jusuf Kalla saat berceramah di Masjid UGM Yogyakarta, perihal perdamaian dan konflik tidak mendasar dan telalu mengada-ada, Selasa 14 April 2026.

Memed mengatakan, bahwa terkait polemik ini terjadi karena penafsiran salah kaprah terhadap pidato Jusuf Kalla (JK) yang disampaikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu. Ketika itu, Jusuf Kalla berbicara tentang bagaimana sulitnya mendamaikan kelompok-kelompok masyarakat yang bertikai, terlebih memakai jargon agama.

Menurutnya, sebagai sesama anak bangsa yang mencintai kemanusiaan sebagai filsafat dasar Indonesia, rasanya sangat pantas jika merasa terusik manakala seorang Jusuf Kalla sebagai Bapak Bangsa Indonesia diusik.

“Tentu tuduhan penistaan agama sangat tidak mendasar dan mengada-ada. Sebagai anak bangsa yang mewarisi nilai-nilai kemanusiaan, rasanya sangat pantas apabila kita membela beliau, karena beliau hanya menyampaikan betapa sulitnya mendamaikan kelompok-kelompok yang menggunakan jargon agama untuk berkonflik, ” kata Memed Chumaidi kepada awak media, Selasa 14 April 2026.

Fakta sejarah berbicara lanjutnya, bahwa tragedi Poso adalah perang antar umat beragama. Mereka siap mati syahid, terlepas itu ada atau tidak dalam terminologi agama lain.

Tapi sejarah itu terlanjur menjadi catatan kelam bangsa Indonesia. Tetapi, seorang Jusuf Kalla mantan Presiden Indonesia Ke-10 dan 12, ternyata mampu menyelesaikan itu dengan kepala dingin.

You Might Also Like

Konsisten Duet Intan Nurul Hikmah Sri Panggung Perjuangkan Kesetaraan Gender
Teh Intan Datangi Langsung Nenek Mursani di Tigaraksa, Tegaskan Bedah Rumahnya Harus Rampung dan Nyaman
Asap Mengepul di Pondok Aren, Si Jago Merah Beraksi
Kondisi Rumah Nenek Berumur 75 Tahun di Tigaraksa Mengkhawatirkan, Nyaris Roboh Hingga Kabel Berseliweran

“Begitupun Aceh, dalam konteks yang berbeda dalam berbangsa. Persoalan disana dapat diselesaikan dengan sangat bijak oleh tokoh bangsa ini,” tandasnya.

Dirinya menuturkan, rasanya sangat tidak pantas apabila seorang Jusuf Kalla dituduh tidak memahami nilai agama lain yang katanya tidak mengenal kata syahid. Sekali lagi, fakta sejarah sudah mencatat itu dan tentunya tidak mudah mendamaikan kelompok-kelompok yang bertikai dengan menggunakan jargon agama.

Memed pun mengimbau, agar semua pihak tidak terburu-buru dalam menarik kesimpulan sebelum adanya klarifikasi yang utuh dan proses hukum yang objektif. Karena penting bagi semua untuk menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, serta mengedepankan sikap saling menghormati.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Tangerang itu juga berharap, agar persoalan ini tidak berkembang menjadi isu yang dapat memecah belah kerukunan antarumat beragama. Justru momentum ini lanjutnya, harus dijadikan sebagai ruang untuk memperkuat dialog, mempererat persaudaraan, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.

“Kami percaya bahwa Jusuf Kalla akan memberikan penjelasan secara bijak, dan proses yang berjalan akan menghasilkan kejelasan yang adil bagi semua pihak. Maka, dengan segala kerendahan hati saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghargai jasa Bapak Bangsa ini dan mendudukkan apa yang menjadi ganjalan sesuai konteks ceramah beliau di Yogyakarta. Kalau kita memahami konteks dengan jernih, tidak perlu ada ganjalan, somasi dan permintaan maaf,” ujarnya.

Sebagai informasi, bahwa Pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) soal ‘mati syahid’ yang disampaikan di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, berujung laporan polisi.

Pernyataan itu disampaikan Jusuf Kalla dalam ceramah bertajuk ‘Strategi Diplomasi Indonesia, dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar’. Akibat pernyataannya itu, DPP Gerakan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan organisasi terkait lainnya, melaporkan JK ke Polda Metro Jaya pada Minggu, 12 April 2026 lalu.

TAGGED:AkademisiJKJusuf KallaMemed ChumaidiPenistaan AgamaPMITangerangUGMUMT
Previous Article Torehan Hat-trick: Transformasi Syariah Antarkan PT LKM Arta Kerta Raharja Raih TOP BUMD Awards 2026
Next Article Lomba TTG Kabupaten Tangerang Dibuka, Sekda : Inovasi Ini Butuh Dukungan Pemodal
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer
Lomba TTG Kabupaten Tangerang Dibuka, Sekda : Inovasi Ini Butuh Dukungan Pemodal
Pemerintahan
Satreskrim Polresta Tangerang Tangkap Pelaku Pengerusakan Bus, 1 Pengamen Buron
Peristiwa
KLH RI Segel TPA Jatiwaringin Tangerang: Dinilai Parah Cemari Lingkungan
Peristiwa
Menteri LH Bakal Pidanakan Penanggung Jawab TPA Jatiwaringin
Nasional Pemerintahan
KLH RI Segel Gudang Limbah Milik PT Noor Annisa Kemikal
Peristiwa
Kebijakan UNIPI Tangerang Buat Susah, Mahasiswa Sampai Terjerat Pinjol
Regional
PT Power Steel Mandiri dan PT Power Steel Indonesia Disegel KLH
Peristiwa
KLH RI: Pemilik PT Noor Annisa Kemikal Segera Ditahan
Nasional

You May also Like

Nasional

Polri Sediakan Layanan Kesehatan Gratis Untuk Ribuan Orang, Layanan Umum Sampai Pengobatan Spesialis

Juni 16, 2025
Regional

Rakor Bersama Gubernur, Bupati Tangerang Sampaikan Infrastruktur Mendesak Turap Tanjung Burung Sampai Under Pass Bitung

Agustus 26, 2025
Regional

Bikin SIM di Satpas Polresta Tangerang Bisa Lewat Calo ? Express Tanpa Tahapan Test

Juni 30, 2025
Regional

Wakil Bupati Tangerang Minta TPID Terdepan Menjaga Stabilitas dan Iklim Ekonomi

Desember 3, 2025
Show More
  • More News:
  • Tangerang
  • Banten
  • Kabupaten Tangerang
  • Bupati Tangerang
  • Pemkab Tangerang
  • Intan Nurul Hikmah
  • mahasiswa
  • Polresta Tangerang
  • Tigaraksa
  • DPRD
  • Wakil Bupati Tangerang
  • Banjir
  • Wakil Bupati
  • Charlie Chandra
  • DPRD Kabupaten Tangerang
  • Pemalsuan Surat Tanah
  • PN Tangerang
  • Maesyal Rasyid
  • Gita Swarantika
  • Moch Maesyal Rasyid
JawaraTangerang.id

Portal Berita online dengan fokus penyajian peristiwa di wilayah Tangerang Raya dengan prinsip sajian berita faktual, menarik, edukatif dan terpercaya.

INFORMASI

  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KEJ
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

TOP KATEGORI

  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Jendela Dunia
  • Politik
  • Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Gaya Hidup

© 2025 JAWARATANGERANG.ID All Right Reserved.

Welcome to Foxiz
Username or Email Address
Password

Lost your password?