TANGERANG — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, membuka secara resmi kegiatan lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang di GSG Puspemkab Tangerang, pada Rabu 15 April 2026.
Dalam kesempatan itu, dirinya menyaksikan sendiri berbagai inovasi teknologi yang diciptakan para peserta, perwakilan dari setiap kecamatan. Menurutnya, event seperti ini harus terus diselenggarakan agar memunculkan potensi-potensi dan karya-karya orisinil dari anak bangsa.
“Even seperti ini harus terus diselenggarakan, inovasi itu muncul dari even-even semacam ini,” ungkapnya kepada awak media di lokasi, Rabu 15 April 2026.
Dapat dilihat bersama lanjutnya, dari berbagai inovasi yang dihadirkan dalam even saat ini. Mulai dari teknologi yang efisien di bidang septic tank, sampai teknologi yang memanfaatkan energi terbarukan.
Dirinya juga berharap, agar teknologi-teknologi ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sangat bermanfaat, terlebih jika berhasil pemanfaatannya diterapkan secara masal.
“Inovasi-inovasi ini mungkin muncul dari anak-anak sekolah ya dari kecamatan, tapi tanpa daya dukung misalkan dari perusahaan yang besar, mungkin mereka gak bisa ngapa-ngapain juga,” ungkapnya.
Maka dari itu dirinya menegaskan, bahwa dukungan dari pihak lain sangat penting dalam pemanfaatan inovasi teknologi ini.
“Ini membutuhkan dukungan dari pemodal agar bisa dimanfaatkan secara masal. Bisa diterapkan di seluruh rumah, di pertanian, tergantung produknya,” tandas Soma.
Sementara itu di lokasi yang sama, Kepala DPMPD Kabupaten Tangerang, Yayat Rohiman, mengungkapkan bahwa kegiatan lomba TTG ini merupakan agenda yang setiap tahunnya dilaksanakan di tingkat Kabupaten Tangerang.
Pada tahun 2026 ini sendiri, ada total 21 alat TTG yang ikut dilombakan dari 15 Kecamatan yang mengirimkan. Jumlah ini berkurang dari tahun sebelumnya, karena dipengaruhi dilaksanakannya Ujian Akhir Semester (UAS) para anak SMA maupun SMK.
“Untuk tahun ini dapat kita lihat teknologi dari sejumlah sektor, terbanyak memang dari pertanian,” katanya.
Yayat pun menuturkan, bahwa hasil dari lomba TTG di tingkat Kabupaten Tangerang ini nantinya akan dibawa ke tingkat Provinsi Banten. Sementara untuk pihak ketiga (Perusahaan/Pemodal-red), menurutnya memang sangat dibutuhkan agar pemanfaatan dapat dilakukan secara masal.
“Hasil lomba tingkat provinsi bahkan Kabupaten ini, nanti akan diambil oleh BRIN. Nanti di BRIN akan dibina, sehingga prodak yang dihasilkan TTG ini bisa langgeng dan menyebar luar ke masyarakat,” tandasnya.

