TANGERANG – Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) mempertegas komitmennya dalam membangun karakter generasi muda melalui penguatan nilai-nilai Pancasila. Bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Anggota DPR RI, UNIPI menggelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Tahun 2026 di Kampus UNIPI, Kabupaten Tangerang, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembudayaan Pancasila di kalangan generasi muda agar mampu menghadapi tantangan global dan perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Rektor UNIPI, Prof. Dr. Dra. Francisca Sestri G., S.E., M.M., menegaskan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan semangat kebangsaan.
“Penguatan nilai-nilai Pancasila harus menjadi gerakan bersama melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat agar mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa,” ujar Francisca.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Anggota DPR RI Komisi XIII, Dr. Marinus Gea, S.E., M.Ak. Dalam pidato kuncinya, Marinus menekankan bahwa Pancasila harus terus dihidupkan sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi, dan banjir informasi yang memengaruhi pola pikir generasi muda.
Menurutnya, nilai gotong royong, persatuan, toleransi, dan kebajikan yang terkandung dalam Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, pendidikan, masyarakat hingga ruang digital.
“Nilai-nilai itu tidak boleh berhenti menjadi slogan. Pancasila harus hadir dalam tindakan nyata karena di sanalah kekuatan bangsa Indonesia akan tetap terjaga,” kata Marinus.
Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki posisi penting sebagai ruang lahirnya calon-calon pemimpin bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas, etika, dan komitmen menjaga persatuan.
“Kalau generasi muda memiliki karakter Pancasila, mereka akan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia. Karena itu, gerakan seperti ini harus terus diperluas dan dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III UNIPI Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Kelembagaan, dan Kerja Sama, Dr. Istajib Kulla Himmy’ Azz, SST., M.M., menilai implementasi nilai-nilai Pancasila membutuhkan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan media.
“Perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri dalam membumikan Pancasila. Kolaborasi menjadi kunci agar nilai-nilai Pancasila tidak berhenti sebagai konsep, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Istajib, Gerakan Kebajikan Pancasila diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan turut diisi diskusi panel yang menghadirkan Direktur Pengkajian Kebijakan BPIP, Prof. Dr. M. Sabri, M.Ag., serta Dosen UNIPI, Dr. Masduki Asbari, S.T., M.M., dengan moderator Dr. Marhaendro Purno, S.E., M.Si. Diskusi membahas implementasi nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan, keteladanan, kepemimpinan, serta pemanfaatan teknologi digital secara bijaksana.
Sebagai bagian dari evaluasi program, seluruh peserta mengikuti Survei Efektivitas Pembudayaan Pancasila yang diselenggarakan BPIP sebelum kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize.
Melalui kolaborasi bersama BPIP dan DPR RI, UNIPI menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam memperkuat karakter kebangsaan melalui pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kampus ini diharapkan menjadi salah satu pusat lahirnya relawan-relawan Gerakan Kebajikan Pancasila yang mampu menjaga persatuan, memperkuat nilai luhur bangsa, dan membawa Indonesia menuju masa depan yang maju, berkarakter, dan berkeadaban.
(San)

