Tangerang – Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan literasi dan inklusi keuangan daerah melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Capacity Building Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026. Kampus ini bahkan siap mencetak Duta Literasi Keuangan dari kalangan mahasiswa untuk menjadi agen edukasi di tengah masyarakat.
Kegiatan bertema “Penyelarasan Program Kerja TPAKD dengan RPJMD Kabupaten Tangerang serta Percepatan Pelaporan pada SiTPAKD Tahun 2026” tersebut digelar pada 26–27 Februari 2026 di Le Dian Hotel & Cottages, Kota Serang.
Kampus UNIPI diwakili oleh Dr. Winanti, S.Kom., M.M., M.Kom., selaku Wakil Rektor II Bidang SDM dan Akreditasi, serta Dwi Purwamingrum, S.M., M.Ak., M.M., selaku Ketua Program Studi Akuntansi.
Forum ini bertujuan menyelaraskan program kerja TPAKD dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Tangerang. Penyelarasan tersebut diharapkan mampu memastikan setiap program literasi dan inklusi keuangan memiliki dampak strategis dan berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya percepatan serta ketepatan pelaporan melalui Sistem Informasi TPAKD (SiTPAKD) guna meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta efektivitas monitoring dan evaluasi program.
Dalam forum tersebut, salah satu fokus pembahasan adalah penguatan literasi dan inklusi keuangan melalui pembentukan Program Duta Literasi Keuangan yang melibatkan mahasiswa sebagai agen edukasi. Mahasiswa akan dibekali pelatihan komprehensif sebelum terjun ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi keuangan cerdas, edukasi penggunaan produk dan layanan jasa keuangan legal, serta kampanye pencegahan praktik keuangan ilegal.
Rektor Universitas Insan Pembangunan Indonesia, Prof. Dr. Dra. Francisca Sestri Goestjahjanti, M.M., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Melalui Duta Literasi Keuangan, mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat secara cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Senada dengan itu, Dr. Winanti menyebut program ini sebagai langkah strategis yang relevan dengan peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.
“Mahasiswa memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. Dengan adanya program Duta Literasi Keuangan, kampus dapat berkontribusi langsung dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak dan sesuai regulasi,” tuturnya.
Sementara itu, Dwi Purwamingrum menambahkan bahwa inisiatif ini selaras dengan kompetensi akademik mahasiswa, khususnya di bidang ekonomi dan keuangan.
“Kami menyambut baik inisiatif ini karena tidak hanya meningkatkan kapasitas mahasiswa secara teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman praktik dalam edukasi keuangan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Melalui keterlibatan aktif dalam Capacity Building TPAKD 2026, UNIPI menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Kabupaten Tangerang.
(San)

