TANGERANG — Kegiatan lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang, tepatnya pada Rabu 15 April 2026 di GSG Puspemkab Tangerang sepi pendaftar.
Dari total 29 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang, tercatat hanya 15 saja dengan total 21 alat yang ikut serta dalam ajang unjuk inovasi Teknologi Tepat Guna tingkat Kabupaten Tangerang tersebut.
Persoalan ini pun diakui langsung Kepala DPMPD Kabupaten Tangerang, Yayat Rohiman, usai menghadiri pembukaan lomba TTG itu.
Padahal berdasarkan keterangannya, minat pada lomba TTG tingkat Kabupaten Tangerang yang dibuka untuk umum ini, tahun sebelumnya lebih tinggi dengan 29 total alat dari perwakilan masing-masing Kecamatan.
“Tahun 2026 ini peserta TTG nya hanya 21 alat yang ikut lomba di 15 Kecamatan, jadi belum semuanya Kecamatan mengirimkan,” ungkapnya kepada awak media, Rabu 15 April 2026.
Alasan sepi nya pendaftar dalam ajang inovasi teknologi ini tentunya menimbulkan sejumlah pertanyaan. Apakah karena ketatnya kualifikasi bagi pendaftar, publikasi dan sosialisasi ajang TTG yang tidak serius, atau justru memang minat terhadap ajang ini sangat kurang.
Sementara itu Yayat berdalih, bahwa sepi nya pendaftar dalam lomba TTG tingkat Kabupaten Tangerang pada tahun 2026 ini, dikarenakan adanya agenda yang tidak dapat dilewatkan para pelajar di lingkungan sekolah mereka.
“Tahun kemaren pesertanya lebih banyak, 29 alat. Sekarang 21 karena ada pengaruh dari Ujian Akhir Semester (UAS) SMA ataupun SMK sehingga berkurang,” tuturnya.
Namun, dalih dari Kepala DPMPD Kabupaten Tangerang ini justru berbeda dengan keterangan yang disampaikan Camat Tigaraksa, Cucu Abdurrosyied.
Cucu mengakui, bahwa pada tahun 2026 ini Kecamatan Tigaraksa tidak mengirimkan delegasi mereka untuk ikut serta dalam lomba TTG tersebut.
Tidak dikirimnya delegasi kata Cucu, dikarenakan persoalan teknis kualifikasi yang tidak dapat terpenuhi. Padahal kata dia, pada setiap tahun sebelumnya Kecamatan Tigaraksa sendiri selalu mengirimkan delegasi mereka.
“Ga kirim delegasi, karena kualifikasi inovasi baru terbarukan tidak terpenuhi,” ungkapnya saat dihubungi, Rabu 15 April 2026.

